Garut | Dalam rangka mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada agenda strategis penguatan ketahanan pangan nasional, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus menunjukkan langkah nyata melalui pembangunan pertanian berbasis masyarakat desa.
Alhamdulillah, telah dilaksanakan panen perdana jagung di Kampung Cilegeng, Desa Sukalilah, dengan total luasan tanam mencapai ±10 hektare lahan. Panen ini menjadi bukti konkret bahwa ketahanan pangan nasional bertumpu pada kekuatan desa, serta pada kehadiran negara yang nyata melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.
Kegiatan panen dilakukan secara bersama oleh Kepala Desa Sukalilah, Ketua BUMDes Desa Sukalilah, Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan, S.E., Danpos Ramil, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, serta kelompok-kelompok petani Desa Sukalilah.
Kehadiran TNI dan Polri dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif aparat negara sebagai pengawal stabilitas, pendamping masyarakat, dan penguat ketahanan nasional dari sektor pangan.
Sejalan dengan semangat TNI AD “Bersama Rakyat TNI Kuat”, pendampingan yang dilakukan TNI di tingkat desa telah memberikan rasa aman, ketenangan, dan kepercayaan diri bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.
Demikian pula, kehadiran Polri dengan semangat “Polri Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) menjadi pilar penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga aktivitas pertanian dapat berlangsung secara tertib dan produktif.
Sinergi TNI–Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan sosial dan keamanan wilayah. Ketika rasa aman terjaga dan negara hadir secara konsisten, maka produktivitas rakyat pun tumbuh secara alami.
Hasil panen perdana ini menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan, sekaligus menjadi motivasi bagi petani Desa Sukalilah untuk terus meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha tani. Capaian ini juga mempertegas bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, petani, serta TNI dan Polri mampu menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia atas arah kebijakan strategis di bidang pangan nasional, serta kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi, pengabdian, dan konsistensinya dalam mendampingi masyarakat. Kehadiran TNI dan Polri di tengah petani bukan hanya sebagai aparat negara, tetapi sebagai mitra rakyat dalam membangun kemandirian bangsa.
Tantangan Ke depan seperti perubahan iklim, ketersediaan sarana produksi, dan stabilitas harga hasil panen masih memerlukan perhatian bersama. Namun, dengan keberlanjutan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat desa, tantangan tersebut diyakini dapat dihadapi secara adaptif dan berkelanjutan.
Harapannya, Desa Sukalilah dapat terus menjadi contoh praktik baik bahwa ketahanan pangan nasional dapat dibangun dari desa, dengan TNI dan Polri sebagai pengawal kebersamaan dan stabilitas, serta rakyat sebagai aktor utama pembangunan.
Panen perdana ini menegaskan bahwa ketika TNI kuat bersama rakyat, Polri hadir secara presisi, dan desa diberdayakan, maka ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan gerakan nasional yang berakar dari bawah.
The post Panen Perdana Jagung Desa Sukalilah: Sinergi TNI–Polri dan Rakyat Desa dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional appeared first on Sorot Garut.








